Sekapur Sirih
Sekapur Sirih
Dengan Mengucap Bismillaahirrohmaanirrohiim Kami menulis
catatan sebagian silsilah keluarga (Gede 4 Munyang 8) yang muda-mudahan dapat
mempererat silaturrahmi / persaudaraan kita dan kita dapat mengenang dan
mengenal orang tua, pakde, makde, munyang, mamang, bibi, saudara-saudara kita
sehingga dari generasi ke generasi mengetahui akan keluarga terkhusus yang
tercatat yang harus di muliakan dan di hormati dan seluruh kaum muslimin dan
muslimat yang muda-mudahan di rahmati Allah SWT
amin yaa robbal ‘alamin.
Adapun
awal penulisan adalah bermula dari cerita di waktu santai dengan makde hj. Soma Binti Munyang Matsari bin munyang Tambasidin ketika
beliau pindah dari dusun Tanjung Lalang Kecamatan Payaraman Kabupaten Ogan Ilir
pada tahun 2007 kemudian di catat dan di ketik di computer, dari sinilah banyak
mendapat data sampai beliau meninggal tanggal
31 Oktober 2012 dan tambahan data dengan bertanya-tanya kepada pak Yus,
Gde Mahani, Gde Ali, wo m.a sotar (Panca
Usaha)dan dari Wo Ciknang waktu dio sakit di bawah ke bari , Wo Anwar dan beberapa tambahan dari orang tua dan
keluarga yang silaturrahmi ke tempat kami baik di dusun maupun di Palembang.
Mengingat terbatasnya data karna pencatatan di landasi
dengan dasar ingatan dan berdasarkan konsep awal yang masih belum di
sempurnakan karna yang tercatat mendekati selesai laptopnya hilang tahun 2016 ,
sehingga mungkin penyusunan silsilah ini masi jauh dari sempurna dan tidak luput
dari kekurangan baik dalam penulisan nama lengkap ataupun gelar-gelar tertentu.
Akhirnya penyusun mengucapkan Alhamdulillah dan terima
kasih atas bantuan yang di berikan semua pihak yang tidak dapat di sebutkan
satu persatu, sehingga penulisan ini dapat terlaksana, kemudian sumbang saran semua
pihak sangat kami harapkan agar catatan silsilah ini dapat lebih sempurna di
masa mendatang dan muda-mudahan bermanfaat bagi kita semua, dan semoga Allah
SWT merahmati kita semua. Aamiin.
Palembang,
22 Romadhon 1438 H /
17 Juni 2017
Marwa
Sanul, ST
Komentar
Posting Komentar